Soal Kompetensi Teknis PPPK Nakes, SKB Bidan Prakonsepsi 2025

Redaksi
Unu Naek
RedaksiUnu Naek
Admin & Founder Prontt.com
8 Menit Dibaca

Soal Kompetensi Teknis PPPK Nakes, SKB Bidan Prakonsepsi 2025 – CCASN 2025 PPPK Tenaga Kesehatan adalah seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) yang dilakukan oleh Panselnas (Panitia Seleksi Nasional) melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk mengisi formasi Tenaga Kesehatan dalam skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Seleksi ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di instansi pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah. PPPK merupakan salah satu bentuk pengangkatan pegawai pemerintah yang memiliki perjanjian kerja dengan pemerintah dan memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan pegawai negeri sipil (PNS).

Pendaftaran untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2025 dapat dilakukan secara online melalui laman https://sscasn.bkn.go.id. Pendaftaran dibuka mulai tanggal Maret 16, 2025.

Kementerian Kesehatan membutuhkan sekitar – formasi untuk tahun 2025. Rincian alokasi tersebut mencakup – formasi untuk CPNS dosen dan – formasi untuk PPPK.

Jenis formasi/kebutuhan pada pengadaan PPPK Jabatan Fungsional Tenaga Kesehatan Tahun 2025 terbagi menjadi 2 (dua), yaitu: Khusus dan Umum.

- Advertisement -
Soal Kompetensi Teknis PPPK Nakes, SKB Bidan Prakonsepsi 2024
Soal Kompetensi Teknis PPPK Nakes, SKB Bidan Prakonsepsi 2025

Alur Pendaftaran CCASN 2025 PPPK Tenaga Kesehatan

Pendaftaran Akun

  • Kunjungi https://daftar-sscasn.bkn.go.id/akun untuk mendaftar akun.
  • Isi data pribadi seperti NIK, Mo.KK, Nama Lengkap, Tempat Tanggal Lahir, Nomor Handphone, dan Email.
  • Buat password akun SSCASN dan jawaban pertanyaan keamanan.
  • Unggah foto KTP dengan ukuran maksimal 200Kb dan lakukan proses swatoto.
  • Cetak Kartu Informasi Akun untuk referensi.

Daftar Formasi

  • Isi biodata lengkap Anda.
  • Pilih jenis seleksi yang Anda inginkan.
  • Pilih formasi yang sesuai dengan kualifikasi Anda.
  • Unggah dokumen-dokumen yang diperlukan.
  • Buat resume yang mencerminkan pengalaman dan kualifikasi Anda.
  • Cetak Kartu Pendaftaran sebagai bukti pendaftaran Anda.

Seleksi Administrasi

  • Panitia akan memverifikasi data pelamar.
  • Hasil seleksi administrasi akan diumumkan.
  • Jika ada keberatan, pelamar dapat melakukan sanggah
  • Hasil sanggah akan diumumkan.
  • Pelamar yang dinyatakan lulus dapat mencetak Kartu Ujian sebagai persiapan mengikuti seleksi kompetensi.

Seleksi Kompetensi

  • Peserta yang lolos seleksi administrasi akan mengikuti ujian seleksi kompetensi yang diselenggarakan oleh CAT-BKN.

Pengumuman Kelulusan

  • Panitia akan mengumumkan hasil seleksi kompetensi.
  • Pelamar yang dinyatakan lulus akan melanjutkan proses pemberkasan sebagai langkah terakhir menuju menjadi PPPK Tenaga Kesehatan.

Dengan memahami alur pendaftaran ini, Anda dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk mengikuti seleksi PPPK Tenaga Kesehatan Tahun 2025.

Jenis Tes Seleksi Kompetensi PPPK Kesehatan

Seleksi kompetensi PPPK kesehatan terdiri dari empat jenis tes yang harus dihadapi pelamar. Jenis tes tersebut adalah:

Seleksi Kompetensi Teknis

Materi Tes:

  • Penguasaan bidang ilmu pengetahuan
  • Keterampilan
  • Sikap dan perilaku yang dapat diamati, diukur, serta dikembangkan

Tes kompetensi teknis dirancang khusus untuk masing-masing jabatan yang dilamar. Tes ini terdiri dari 100 soal, di mana setiap jawaban benar bernilai 5 poin, dan jawaban yang salah tidak mendapatkan poin. Durasi tes ini adalah 120 menit (atau 150 menit untuk peserta tunanetra).

Seleksi Kompetensi Manajerial

Materi Tes:

  • Integritas
  • Kerja sama
  • Komunikasi
  • Orientasi pada hasil
  • Pelayanan pada publik
  • Pengembangan diri dan orang lain.
  • Mengelola perubahan
  • Pengambilan keputusan

Tes kompetensi manajerial terdiri dari 25 soal. Setiap jawaban benar memiliki nilai antara 1 hingga 4, sedangkan jawaban yang salah tidak mendapatkan nilai. Durasi tes ini adalah 40 menit (atau 55 menit untuk peserta tunanetra).

Seleksi Kompetensi Sosial Kultural

Materi Tes:

  • Rasa peka terhadap perbedaan budaya
  • Kemampuan untuk berhubungan sosial
  • Rasa peka terhadap konflik
  • Empati

Tes kompetensi sosial kultural terdiri dari 20 soal. Setiap jawaban benar memiliki nilai antara 1 hingga 5 poin, sementara jawaban yang salah tidak mendapatkan nilai. Durasi tes ini adalah 40 menit (atau 55 menit untuk peserta tunanetra).

Seleksi Kompetensi Wawancara

Materi Tes:

  • Materi yang akan diuji pada umumnya adalah seputar integritas dan moralitas.

Tes wawancara dilakukan melalui komputer dan terdiri dari 10 butir soal. Durasi wawancara adalah 10 menit (atau 15 menit untuk peserta tunanetra).

Nilai Ambang Batas PPPK Kesehatan 2025

Agar dapat lolos menjadi ASN PPPK di bidang kesehatan, calon pelamar harus mencapai nilai ambang batas tertentu dalam seleksi kompetensi. Nilai ambang batas untuk PPPK Kesehatan 2025 telah ditetapkan oleh Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 652 Tahun 2025. Berikut adalah nilai ambang batasnya:

Nilai Seleksi Kompetensi Teknis

  • Nilai ambang batas berbeda tergantung pada jabatan yang dilamar. Untuk dokter, dokter spesialis, bidan, dokter gigi, entomolog kesehatan, epidemiolog kesehatan, fisioterapi, perawat, perekam medis, radiografer, terapis gigi dan mulut, nilai ambang batas adalah 158.

Nilai Seleksi Kompetensi Manajerial

  • Nilai ambang batas adalah 117.

Nilai Seleksi Kompetensi Sosial Kultural

  • Nilai ambang batas juga adalah 117.

Nilai Seleksi Kompetensi Wawancara

  • Nilai ambang batas adalah 24.

Dengan memahami materi tes dan nilai ambang batas ini, calon pelamar PPPK Kesehatan tahun 2025 ini dapat mempersiapkan diri secara optimal untuk mengikuti seleksi dan berpeluang menjadi ASN PPPK yang dibutuhkan dalam sistem pemerintahan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi semua calon PPPK di bidang kesehatan.

Jabatan Fungsional PPPK Kesehatan (Nakes) 2025

Terdapat daftar jenis jabatan fungsional kesehatan yang mensyaratkan surat tanda registrasi atau STR.

  1. Dokter Pendidik Klinis Ahli
  2. Dokter Ahli
  3. Dokter Gigi Ahli
  4. Psikolog Klinis Ahli
  5. Perawat Ahli
  6. Perawat Terampil
  7. Terapis Gigi dan Mulut Ahli
  8. Terapis Gigi dan Mulut Terampil
  9. Penata Anestesi Ahli
  10. Asisten Penata Anestesi Terampil
  11. Bidan Ahli
  12. Bidan Terampil
  13. Apoteker Ahli
  14. Asisten Apoteker Terampil
  15. Epidemiolog Kesehatan Ahli
  16. Epidemiolog Kesehatan Terampil
  17. Fisioterapis Ahli
  18. Fisioterapis Terampil
  19. Nutrisionis Ahli
  20. Nutrisionis Terampil
  21. Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Ahli
  22. Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Terampil
  23. Perekam Medis Ahli
  24. Perekam Medis Terampil
  25. Pranata Laboratorium Kesehatan Ahli
  26. Pranata Laboratorium Kesehatan Terampil
  27. Radiografer Ahli
  28. Radiografer Terampil
  29. Refraksionis Optisien Terampil
  30. Tenaga Sanitasi Lingkungan Ahli
  31. Tenaga Sanitasi Lingkungan Terampil
  32. Teknisi Elektromedis Ahli
  33. Teknisi Elektromedis Terampil
  34. Fisikawan Medis Ahli
  35. Okupasi Terapis Terampil
  36. Ortotis Prostetis Terampil
  37. Pembimbing Kesehatan Kerja Ahli
  38. Teknisi Gigi Terampil
  39. Teknisi Tranfusi Darah Terampil
  40. Terapis Wicara Terampil
  41. Administrator Kesehatan Ahli
  42. Entomolog Kesehatan Ahli
  43. Entomolog Kesehatan Terampil

Soal Kompetensi Teknis PPPK Nakes, SKB Bidan Prakonsepsi 2025

1. Seorang perempuan, umur 15 tahun, datang ke Puskesmas diantar ibunya dengan kelu- han haid banyak dan sering. Hasil anamnesis: siklus haid teratur sejak 2 bulan terakhir. Hasil pemeriksaan: TD 100/60 mmHg, N 80 x/ menit, S 36,5°C, abdomen tidak teraba massa, tampak darah keluar dari kemaluan. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?

A. Menoragia
B. Metroragia
C. Polimenore
D. Hipermenore
E. Menometroragia

Pembahasan

C (polimenorhea)

Polimenorhea adalah kondisi siklus haid yang lebih memendek dari biasa yaitu kurang 21 hari, sedangkan jumlah perdarahan relatif sama atau lebih banyak dari biasa. Polimenorea merupakan gangguan hormonal dengan umur korpus luteum memendek sehingga siklus menstruasi juga lebih pendek atau bisa disebabkan akibat stadium proliferasi pendek atau stadium sekresi pendek atau karena keduanya.

2. Seorang anak perempuan, umur 13 tahun, datang ke BPM diantar ibunya dengan keluhan nyeri perut. Hasil anamnesis: ibu merasa khawatir karena anak tidak bisa sekolah dan selalu terjadi setiap siklus menstruasi, darah yang keluar bergumpal dan banyak. Hasil pemeriksaan: TD 90/60 mmHg, N 86x/menit, P 20x/menit, S 36,50C, tidak ada massa pada abdomen dan nyeri tekan. Tanda apakah yang paling mungkin terjadi pada kasus tersebut?

A. Menarche
B. Dismenore
C. Gangguan haid
D. Nyeri saat ovulasi
E. Pre menstrual syndrome

Pembahasan

B (dismenorhea)

Seorang remaja perempuan dapat mengalami nyeri pada setiap sebelum atau awal siklus menstrua- si.Nyeri ketika menstruasi dinamakan dismenore.Dismenore merupakan suatu keluhan yang normal tetapi bisa juga merupakan pertanda suatu penyakit.Normal jika terjadi 48-72 jam, terasa seperti kram perut, nyeri perut yang terus menerus pada bagian bawah perut yang menjalar ke pinggang atau paha, tidak ditemukan ada kelainan.

3. Seorang remaja perempuan, umur 17 tahun, datang ke BPM dengan keluhan nyeri haid pada 1-2 hari pertama. Hasil anamnesis: dar- ah haid banyak, ganti pembalut 3 kali perhari. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 88 x/menit, abdomen tidak teraba massa. Tindakan apakah yang paling tepat sesuai kasus tersebut?

A. Memberikan analgetik
B. Menganjurkan olahraga ringan
C. Menjelaskan fisiologi terjadinya nyeri
D. Melakukan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain
E. Merujuk pasien ke fasilitas pelayanan yang lebih lengkap

Pembahasan

B (menganjurkan olahraga ringan)

Menganjurkan olahraga ringan seperti jalan kaki dapat membantu meancarkan aliran darah sehingga nyeri haid dapat segera membaik.Olahraga rin- gan yang baik dilakukan sebelum haid untul mencegah nyeri haid.

4. Bidan koordinator puskesmas sedang membuat perencanaan penyuluhan kesehatan reproduksi remaja di sebuah SMP di wilayah binaan puskesmas. Dalam survey pendahu- luan didapatkan informasi bahwa sebagian besar siswi SMP tersebut sudah mengalami menstruasi. Hasil pemeriksaan kesehatan di SMP tersebut sekitar 30 persen remaja putri mengalami anemia.

Informasi apakah yang paling prioritas diber- ikan pada kasus tersebut?

A. Pola istirahat
B. Personal hygiene
C. Kebutuhan olah raga
D. Kesehatan reproduksi
E. Kebutuhan nutrisi

Pembahasan

E (kebutuhan nutrisi)

Anemia adalah suatu kondisi tubuh yang terjadi ketika sel-sel darah merah (eritrosit) dan/atau Hemoglobin (Hb) yang sehat dalam darah berada dibawah nilai normal (kurang darah). Hemoglobin adalah bagian utama dari sel darah merah yang berfungsi mengikat oksigen. Jika tidak ada masalah lain.

Anemia dapat disebabkan:

  • Kekurangan Nutrisi (terutama yang mengand- ung zat besi, protein, dan asam folat)
  • Kehilangan darah / perdarahan Penyakit kronis / menahun, misalnya TBC, cacingan

Makanan yang dianjurkan bagi penderita ane- mia adalah yang mengandung:

  • Zat Besi ( Fe ): Ati, daging sapi, kuning telur, buah-buahan yang dikeringkan ( misal : kismis ), sayur-sayuran yang berwarna hijau (kangkung, daun katuk, daun ubi jalar, bayam, daun singkong, kacang buncis, kacang panjang dll. ).
  • Asam Folat: Ati, jamur, pisang, apel
  • Protein: Telur, susu, tahu, tempe, ka- cang-kacangan

5. Seorang remaja perempuan, umur 14 tahun, datang ke BPM dengan keluhan belum pernah mengalami haid. Hasil anamnesis: sakit daerah perut setiap bulan. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 86x/menit, P 20x/menit, S 36,5 0C, TB 145 cm, BB 50 Kg, pembesaran payudara normal. palpasi abdomen tidak ditemukan massa, inspeksi vulva dan vagina tampak lubang vagina dengan hymen kebiru-biruan dan menonjol keluar. Tindakan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?

A. Insisi hymen
B. Konseling gizi
C. Kolaborasi dengan dokter SpOG
D. Edukasi personal hygiene
E. Pemberian suplemen penambah darah

Pembahasan

C (kolaborasi dengan dokter SpOG)

Penanganan hymen imperforate membutuhkan pemeriksaan lanjutan seperti USG abdomen dan setelah diagnosis ditegakkan maka diperlukan tindaan pembedahan.Tindakan ini tidak termasuk kedalam kewenangan bidan sehingga harus dilakukan kolaborasi dengan dokter SpOG.

6. Seorang remaja perempuan, umur 14 tahun, datang ke BPM dengan keluhan belum pernah mengalami haid. Hasil anamnesis: sakit daerah perut setiap bulan. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 86x/menit, P 20x/menit, S 36,5 0C, TB 145 cm, BB 50 Kg, palpasi abdomen tidak ditemukan massa, inspeksi tampak lubang vagina dengan hymen kebiruan dan menonjol keluar. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?

A. Amenorhea
B. Aplasia vagina
C. Atresia vagina
D. Hematometra
E. Hymen Imperporata

Pembahasan

E (hymen Imperforata)

Hymen Imperforata ialah selaput dara yang tidak menunjukan lubang (Hiatus Himenalis) sama sekali, suatu kelainan yang ringan dan yang cukup sering dijumpai. Kemungkinan besar kelainan ini tidak dikenal sebelum menarche.Sesudah itu molimina menstrualia dialami tiap bulan, tetapi darah haid tidak keluar.Darah itu terkumpul di dalam vagina dan menyebabkan hymen tampak kebiru-biruan dan menonjol keluar (Hematokolpos). Bila keadaan ini dibiarkan, maka uterus akan terisi juga dengan darah haid dan akan membesar (Hematometra).

7. Seorang remaja perempuan, umur 19 tahun, datang ke BPM dengan keluhan haid dalam sebulan ini sudah berlangsung dua kali. Hasil anamnesis: ganti pembalut 3 kali perhari,. Hasil pemeriksaan: TB 150 cm, BB 55 kg, TD 110/70 mmHg, N 86x/menit, P 20x/ menit, S 36,50C, pembesaran payudara normal, benjolan payudara (-), abdomen tidak teraba massa. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?

A. Amenorhea
B. Hipermenorhea
C. Hipomenorhea
D. Oligomenorhea
E. Polimenorhea

Pembahasan

E (polimenorhea)

Perbandingan POLIMENORHEA dengan menstruasi normal.

IndikatorMenstruasi normalPolimenorhea
lama siklus21 – 35 harikurang dari 21 hari.
Jumlah darah35 cc (10 cc – 80 cc)Volume sama

Bila siklusnya kurang dari 21 hari dan disertai dengan darah yang lebih banyak dari biasa disebut Polimenorhagia (Epimenorhagia).

8. Seorang remaja perempuan, umur 17 tahun, datang ke BPM dengan keluhan haidnya su-dah lebih dari 10 hari. Hasil anamnesis: ganti pembalut 3 kali perhari, tidak ada nyeri. Ha- sil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 80 x/ menit, P 20 x/menit, 36,50C. Remaja tersebut menolak bidan saat ingin melakukan palpasi abdomen dan inspeksi terhadap darah yang keluar. Rencana asuhan apakah yang paling tepat pada kasus tersebut?

A. Meminta dukungan keluarga pasien
B. Memberi pengertian tujuan pemeriksaan fisik
C Melakukan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain
D. Merujuk pasien ke fasilitas pelayanan yang lebih lengkap
E. Meminta keterangan tertulis terkait peno- lakan pemeriksaan

Pembahasan

B (memberi pengertian tujuan pemeriksaan fisik)

Hak pasien sesuai UU No Kesehatan No 36 tahun 2009 pasal 6:

  • Setiap orang berhak mendapatkan informasi dan edukasi tentang kesehatan yang seimbang dan bertanggung jawab.
  • Pasal 8: Setiap orang berhak memperoleh informasi tentang data kesehatan dirinya termasuk tindakan dan pengobatan yang telah maupun yang akan diterimanya dari tenaga kesehatan.
  • Penolakan pasien yang terjadi pada kasus tersebut dikarenakan kurangnya informasi terkait pengetahuan pasien tentang tujuan pemeriksaan fisik.

9. Seorang remaja perempuan, umur 17 tahun, datang ke BPM dengan keluhan haidnya lebih dari 15 hari. Hasil anamnesis: ganti pembalut 3 kali perhari, darah bergumpal. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg , N 86x/menit, P 20x/menit, S 36,50C, TB 150 cm, BB 55 kg, pembesaran payudara normal, palpasi abdomen tidak ditemukan massa. Tindakan apakah yang paling tepat dilakukan pada kasus tersebut ?

A. Melakukan konseling gizi
B. Memberikan edukasi personal hygiene
C. Memberikan suplemen penambah darah
D. Melakukan konsultasi dengan dokter SpOG
E. Mengecek ulang keluhan pada siklus menstruasi berikutnya

Pembahasan

D (melakukan konsultasi dengan dokter SpOG)

Kewenangan bidan adalah pada aspek promosi, prevensi dan deteksi dini pada kesehatan reproduksi. Lama menstruasi yang lebih dari 15 hari melebihi rentang menstruasi normal (2-7 hari) menunjukkan ada kondisi yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

10. Seorang remaja perempuan, umur 17 tahun, datang ke BPM dengan keluhan haidnya sudah lebih dari 10 hari. Hasil anamnesis: ganti pembalut 3 kali perhari, tidak ada nyeri. Hasil pemeriksaan: TB 150 cm, BB 55 Kg, TD 110/70 mmHg, N 86x/menit, P 20x/menit, S 36,50C, benjolan payudara (-), abdomen tidak teraba massa dan benjolan. Diagnosis apakah yang paling mungkin pada kasus tersebut?

A. Amenorhea
B. Hipermenorhea
C. Hipomenorhea
D. Oligomenorhea
E. Polimenorhea

Pembahasan

B (hipermenorhea)

Keluhan haid 10 hari dan jumlah darah diperkirakan lebih dari 80 cc.
Perbandingan menstruasi normal dan hipermenorhea,

IndikatorMenstruasi normalHipermenorhea
Lama haid3 – 5 hari

 (2-7 hari dianggap normal)

Lebih dari 7 hari.
Jumlah darah35 cc (10 cc – 80 cc)lebih dari 80 cc
Frekuensi meng- ganti pembalut1-3 pembalut / harilebih dari lima pem- balut perhari

Download Soal Kompetensi Teknis PPPK Nakes Bidan PDF 2025

Berikut ini Anda bisa mendownload Soal Kompetensi Teknis PPPK Nakes Bidan PDF Tahun 2025.

&

 

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

Berikan Komentar Terbaik Anda!
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
RedaksiUnu Naek
Follow:
Admin & Founder Prontt.com

Stay Connected

Populer Hari Ini

Kurs Dollar ke Rupiah Hari Ini: Minggu 16 Maret 2025
199.9k Dilihat
2 Menit Dibaca