Film A Business Proposal Indonesia Alami Boikot Sebelum Rilis

Redaksi
Unu Naek
RedaksiUnu Naek
Admin & Founder Prontt.com
1 Menit Dibaca

Film A Business Proposal Indonesia Alami Boikot Sebelum Rilis – Prontt.com, film A Business Proposal (2025) mengalami boikot bahkan sebelum tanggal perilisannya. Penyebabnya adalah pernyataan kontroversial salah satu pemainnya, Abidzar Al-Ghifari, yang mengaku hanya menonton satu episode dari serial drama Korea Selatan Business Proposal (2022) dan menyebut penggemar budaya Korea sebagai fans fanatik (Kompas, 4/2/2025).

 

Pernyataan ini memicu kemarahan komunitas penggemar drama Korea dan K-Pop di Indonesia, yang kemudian berujung pada ajakan memboikot film tersebut.

 

Dampaknya cukup signifikan. Film ini sepi penonton dan hanya berhasil menjual kurang dari 7.000 tiket pada hari pertama penayangannya di bioskop (Media Indonesia, 7/2/2025).

- Advertisement -

 

Ini menjadikannya sebagai film remake drama Korea Indonesia pertama yang mengalami cancel culture di Tanah Air.

 

Stigma sebagai “fans fanatik” sering dilekatkan pada penggemar budaya pop Korea di Indonesia karena dianggap memiliki perilaku konsumtif, obsesif, bahkan agresif terhadap siapa pun yang mengkritik idola mereka. Namun, apakah label ini sepenuhnya benar?

 

Beberapa riset memang menunjukkan adanya perilaku fanatik dalam komunitas penggemar budaya Korea di Indonesia (Fachrosi dkk 2020, Maharani & Purnama 2024).

 

Namun, dalam kasus boikot film A Business Proposal (2025), tindakan ini lebih mencerminkan kekecewaan fans terhadap kurangnya profesionalisme aktor daripada sekadar fanatisme buta.

 

Penonton Indonesia mulai mengonsumsi drama Korea sejak awal tahun 2000-an, ditandai dengan tayangnya Endless Love (2000), All About Eve (2000), dan Winter Sonata (2002) di stasiun televisi nasional.

 

Tidak hanya drama Korea, K-Pop juga telah mulai dinikmati oleh penggemar musik di Indonesia sejak pertengahan tahun 2000-an melalui Super Junior, TVXQ, dan Girls Generation.

 

Selama mengonsumsi budaya pop Korea, fans belajar bahwa para aktor dan aktris kerap memberikan usaha terbaiknya dalam mempersiapkan peran mereka.

 

Mulai dari riset karakter yang mendalam hingga latihan keterampilan yang dibutuhkan agar akting mereka terlihat realistis.

 

Sebagai contoh, aktor Ahn Hyo Seop yang berperan sebagai Kang Tae Mo di drama Korea Business Proposal (2022) mengubah tone suaranya selama memainkan perannya (Kbizoom, 25/2/2022).

 

Ia dikenal sebagai aktor yang mempersiapkan perannya dengan matang mulai dari menggali sejarah karakter yang diperankan, mengubah gaya berjalan, dan cara menatap agar dapat menghidupkan berbagai karakter yang dimainkan (The Diarist, 8/10/2023).

 

Contoh lain, aktris Kim Tae Ri melakukan usaha keras ketika berperan sebagai Na Hee Do di drama Korea Twenty Five Twenty One (2022) dengan melakukan berbagai hal, mulai dari perawatan kecantikan agar terlihat belasan tahun lebih muda, latihan anggar selama enam bulan, dan meminta adanya pakar di lokasi syuting selama ada adegan anggar (Korea JoongAng Daily, 6/4/2022).

 

Hal serupa juga dilakukan oleh para idol K-Pop yang melakukan latihan menyanyi dan koreografi belasan jam, mempelajari berbagai jenis alat musik, hingga mempelajari bahasa asing sebelum mereka dianggap layak untuk debut.(**)

 

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

Berikan Komentar Terbaik Anda!
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
RedaksiUnu Naek
Follow:
Admin & Founder Prontt.com

Stay Connected

[sidebarku]

Populer Hari Ini

Kurs Dollar ke Rupiah Hari Ini: Rabu 26 Maret 2025
199.9k Dilihat
2 Menit Dibaca