KupangpronttSejarah

Sejarah Kabupaten Kupang

Prontt.com
×

Sejarah Kabupaten Kupang

Share this article

Sejarah Kabupaten Kupang di Nusa Tenggara Timur – Prontt.com, Kabupaten Kupang terletak pada 919 – 1057 Lintang Selatan dan 12130 – 12411 Bujur Timur; wilayah kabupaten terselatan di Indonesia.

Sejarah Kabupaten Kupang

Sejarah Kabupaten Kupang
Sejarah Kabupaten Kupang

Memiliki 24 pulau, 3 yang berpenghuni, yakni:

– Pulau Timor dengan luas 4.937.62 km

– Pulau Semau dengan luas 246.66 km

– Pulau Kera seluas 1,5 km sedangkan sisanya 21 pulau merupakan pulau-pulau tidak berpenghuni.

Membahas dan memahami Sejarah Kabupaten Kupang tak lepas dari nama dan sebutan Kota Kupang. Wilayah Kota Kupang merupakan sebagian kecil dari wilayah Kabupaten Kupang, dan ada dalam satu ‘Frame Sejarah.’

Wilayah Kabupaten Kupang pun sebetulnya merupakan ‘gabungan’ Kerajaan-kerajaan yang menyatu dan bergabung dengan NKRI.

Bentangan kepulauan yang terletak antara 80-120 Lintang Selatan dan 1180 – 1250 Bujur Timur, merupakan bagian dari NKRI. Gugusan pulau-pulau tersebut disapa dengan berbagai sebutan, antara lain, Sunda Kecil, Nusa Tenggara, Nusa Tenggara Timur, dan juga Flobamora.

Sebutan tersebut juga bisa bermakna ada aneka suku dan sub-suku di/pada wilayah tersebut, namun mempunyai satu tanda kesamaan yaitu sama-sama menyatukan diri sebagai anak-anak Flobamor ataupun NTT.

Jauh sebelum nama NTT tersebar, gugusan pulau-pulau di selatan Nusantara tersebut telah menjadi perhatian dunia. Harumnya aroma cendana dari Timor telah menerobos sampai Timur Tengah, China, dan Eropa, dan berbagai penjuru bumi.

Kekuatan aroma cendana tersebut menjadikan para pedagang dari Malaka, Gujarat, Jawa dan Makasar, Cina melakukan pelayaran niaga untuk mencapai wilayah sumber cendana.

Dan mereka melakukan kontak dagang secara langsung dengan raja-raja di Timor dan pulau-pulau sekitarnya, sang pemilik wilayah dan pemimpin rakyat.

Catatan sejarah dari China, manuskrip Dao Zhi, sejak tahun 1350 dinasti Sung sudah mengenal Timor dan pulau-pulau sekitar, dan salah satu pelabuhan terkenal di Timor adalah Batumiao-Batumean Fatumean Tun Am, yang ramai dikunjungi kapal dari Makasar, Malaka, Jawa, Cina dan kemudian Eropa seperti Spanyol, Inggris, Portugis, Belanda.

Komoditi dagang pada masa itu adalah kayu cendana, rempah-rempah, dan ternak sapi dan babi.

Negarakertagama, 1365, mencatat bahwa Timor yang terkenal dengan hasil cendananya merupakan wilayah Majapahit, namum mempunyai raja-raja yang otonom dan mandiri.  Ini juga berarti bahwa Timor dan pulau-pulau sekitarnya tidak pernah menjadi taklukan atau sepenuhnya berada di bawah kekuasaan Majapahit.

Sebutan Kupang diambil dari nama Raja Helong, Nai Kopan atau Lai Kopan. Suku Helong menguasai wilayah Kabupaten Kupang (Kupang Tengah dan Kupang Barat). Daerah di sekitar Teluk Kupang sekitar tahun 1400-an dipimpin oleh raja Helong, yaitu Raja Koen Lai Bissi. [Lai Kopan diucapkan Belanda sebagai Koepan, dalam percakapan sehari-hari menjadi Koepang].

Ketika tahun 1510, Goa, India dikuasai Portogis, mereka melanjutkan eskpansinya dengan cara menguasai Malaka 1511. Malaka dijadikan pusat perdagangan serta penguasaan wilayah Nusantara. Portogis berhasil mencapai Maluku, Solor (Flores).

Sejak Malaka jatuh kedalam kekuasaan Portugis pada tahun 1511. Timor (Kupang) disinggahi secara rutin oleh para pedagang Portugis antara tahun 1518 – 1550-an.

Tahun 1522 sisa armada Ferdinand Magellan singgah di Alor dan Timor (Kupang). Dalam penyebrangan ke selat Pukuafu, kedua kapal ini tertimpa badai, salah satu kapal karam dan hancur. Salah satu jangkar raksasa kapal ini hingga kini masih ada di pantai Rote. Kapal  lainnya berhasil lolos dari amukan ombak melanjutkan perjalanan ke Sabu, kemudian ke Tanjung Harapan dan kembali ke Spanyol.

Sekitar tahun 1556 seorang Ordinis Praedicatorum yang bernama Pater Taveirea telah membaptiskan lebih kurang 5.000 orang di Timor.

Karya Portugis yang paling menonjol di Kupang adalah  tahun 1640-an, Pater Antonio de Sau Jacinto menjalin kerjasama yang baik dengan raja Kupang (raja Helong). Dilanjutkan dengan Raja Helong dan Permaisuri dibaptis. Raja diberi nama baru Don Duarte, dan Permaisurinya Dona Maria.

Pada 29 Desember 1645 ada perjanjian antara  Pater Antonio de Sau Jacinto dan Raja Helong; isinya antara lain, Jacinto mendapat izin

– mendirikan gereja

– mendirikan benteng

– kapal-kapal bangsa lain tidak diperbolehkan memasuki pelabuhan Kupang.

VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) yang didirikan pada tahun 1602, mulai berdagang ke Timor 11 tahun kemudian. VOC mengirim 3 kapal yang berlabuh ke Teluk Kupang dengan pimpinan Apolonius Scotte. Mereka disambut baik oleh Raja Helong, hingga ditawarkan sebidang tanah untuk keperluan VOC.

Tahun 1653, VOC menjadikan Kupang sebagai pangkalan perdagangan, serta menyingkirkan Portogis. Portugis yang sudah menduduki Pulau Solor diserang oleh VOC selama kurun waktu 38 tahun, 1625 – 1663. Benteng Portugis Ford Henricus berhasil direbut oleh VOC, namun tidak bertahan lama karena gempa bumi menghancurkan benteng tersebut. VOC merebut benteng Portugis di Kupang, Benteng Ford Concordia.

VOC menempatkan Pejabat tinggi yang disebut Opperhoofd, berkedudukan di Kupang. Tugas utamanya adalah melaksanakan misi VOC dibidang perdagangan dan politik, serta kerja sama dengan Raja-raja atau pemerintah setempat.

Namun, kerja sama dengan VOC tersebur, umumnya tak menguntungkan Raja-raja setempat. Terbukti pada tahun 1653 – 1756 VOC Belanda banyak melakukan pemerasan dan perbudakan dari setiap kerajaan.  Belanda lebih banyak melakukan pemaksaan pengambilan rakyat yang dijadikan budak darikerajaan-kerajaan sekitar Kupang (Kerajaan Kupang atau Helong, Ambai, Sonabai-Kecil, dan Amarasi).

Read:  Sejarah Kabupaten Alor

Pada waktu VOC dibubarkan pada tahun 1799 , segala hak dan kewajibannya di Indonesia diambil alih oleh Pemerintah Belanda.

Peralihan ini tidak membawa perbaikan apa-apa, karena pada waktu itu Belanda menghapi perang yang dilancarkan oleh negara-negara tetangganya.

Pada waktu itu Belanda dikuasai oleh pemerintah boneka dari kekaisaran Napoleon,  Perancis. Keadaan ini dimanfaatkan oleh Inggris untuk memperluas daerah jajahannya dan merebut jajahan Belanda.

Tahun 1810, Belanda menempatkan Residen yang bernama J. A. Hazaart di Kupang. Namun, ia ‘takluk’ pada Inggris. Akibatnya sejak tahun 1811 – 1816 Kupang berada pada pemerintah peralihan Inggris. Kemudian setelah tercapai konvensi London pada tahun 1814 dan pemerintahan Belanda di Kupang dipulihkan tahun 1816 – 1942.

Sementara itu, pada 23 April 1886, Residen Timor, Creeve menetapkan batas-batas kota dan diumumkan dalam Lembaran Negara Nomor 171 tahun 1886; tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari lahir Kota Kupang.

Kupang pada masa Jepang 1942-1945

Serangan Jepang ke Wilayah Timur Hindia Belanda, dalam rangka ‘membuat jembatan’ untuk merebut Australia. Oleh sebab itu, Jepang harus menyerang Ambon dan Kupang. Ambon jatuh ketangan Jepang pada akhir Januari 1942.

Kupang mengalami serangan gencar tanggal 20 – 24 Februari 1942, Belanda menyerah pada Jepang,  Kupang pun dalam kekuasaan Jepang.

11 Agustus 1945 Jepang  menyerah pada tentara sekutu. 11 September 1945 Sekutu menmpatkan tentara di Kupang dalam komando Sir Thomas Blamey. Alasan resminya adalah melucuti senjata tentara Jepang; namun sebetulnya adalah membantu Belanda agar kembali menguasai Indonesia yang sudah merdeka.

Kupang pada Tahun 1945 -1958

Pasukan Belanda dengan ‘baju’ Sekutu menguasai Kota Kupang, dan menerobos ke kota-kota di Timor. Praktis seluruh jalur utama dan kota-kota dalam kontrol Belanda. Walikota Kupang, dari masa Jepang, Dokter Gabeler,  dicopot dari jabatannya oleh Belanda. Padahal, masa itu, Indonesia sudah merdeka.

Belanda kemudian menunjuk C.W. Schuller sebagai Residen Keresidenan Timor dan pulau-pulau sekitar.

Tanpa peduli dengan Kemerdekaan RI dan pemerintahan Soekarno-Hatta,

18 — 24 Desember 1946 Belanda menyelenggarakan “Konferensi Denpasar,” dalam rangka tata kelola wilayah sebagai bagian dari Negara Indonesia Timur atau NIT,

Terbentuknya Negara Indonesia Timur (NIT), sebetulnya berangsur-angsur kekuasaan Belanda dihapuskan. Pemerintah NIT mengeluarkan instruksi membebaskan pegawai Belanda dari semua jabatan  di NIT. Desember 1947, PM NIT, Anak Agung, menujuk I. H. Doko sebagai Menteri Muda Penerangan NIT.

Tahun 1949 terjadi gabungan kerajaan-kerajaan Timor dan pulau-pulaunya menjadi Daerah Timor dan kepulauannya. ‘Dewan Kerajaan’ tersebut pada 1 Oktober 1949 mengangkat H.A. Koroh sebagai Kepala Daerah Timor dan Kepulauannya.

Berdasarkan Peraturan Daerah Timor dan Kepulauannya 29 April 1949, dilaluku pemilihan anggota DPRD pada Oktober dan Nopember 1949. Hasilnya adala 28 orang Anggota DPRD demgan E. R. Here Wila sebagai Ketua dan Th. Messakh sebagai wakil ketua.

H.A. Koroh meninggal 29 Maret 1951; DPRD bersidang untuk memilih Kepala Daerah yang Baru. Tiga nama yang diajukan kepada Menteri Dalam Negeri NIT yakni J. S. Amalo, I. H. Doko, E. D. Johannes. Meo 1951, Menteri Dalam Negeri NIT menetapkan J. S. Amalo sebagai Kepala Daerah Timor dan Kepulauannya.

Tahun 1951 J S Amalo ajukan ke Mendagri NIT agar berhenti dari jabatannya, tapi ditolak. Tahun 1954 terjadi pergantian Kepala Daerah dari J. S. Amalo ke St Ndun. Tapi, St.Ndun juga ajukan permohonan berhenti karena pertentangan dengan DPRD. Tahun 1958 permohonan St.Ndun dikabulkan, diganti oleh W.C.H. Oematan.

Bupati-bupati Kabupaten Kupang

  • W. Ch. Oematan

Bupati Kabupaten Kupang  Tahun 1958 – 1972

  • Drs. A. A. Adi

Bupati Kabupaten Kupang

1973 – 1978

1979 – 1983

  • Y. K. Moningka

Bupati Kepala Daerah Kabupaten Kupang, Tahun 1984 – 1989

  • Paul Lawa Rihi

Bupati Kabupaten Kupang

Tahun 1989 – 1994

Tahun 1994 -1999.

  • Drs. Ibrahim A Medah

Bupati Kabupaten Kupang

Tahun 1999 – 2004

Tahun 2004 – 2009

  • Dr. Ayub Titu Eki

Bupati Kabupatem Kupang

Tahun 2009 – 2014

Tahun 2014 – 2019.

Cukup sampai disini artikel mengenai Sejarah Kabupaten Kupang di Nusa Tenggara Timur, semoga bermanfaat untuk Anda. Jangan lupa SHARE artikel ini ke sosial media dan teman-teman Anda. Jika Anda mempunya saran, kritik dsb, sampaikan melalui laman komentar dibawah ini. Salam.

Wikipedia & Wikimedia

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
Lihat semua komentar