Komoditas strategis seperti padi, jagung, kopi, kelapa, dan kakao akan dikembangkan di masing-masing daerah sasaran.
Hasil proyek mencakup penguatan kebijakan pertanian, peningkatan ketahanan iklim, dan akses petani terhadap pasar.
Tujuannya menciptakan sistem pertanian tangguh iklim yang berkelanjutan melalui kerangka kelembagaan yang kuat.
Gubernur Melki menegaskan pentingnya percepatan teknis agar proyek ini segera terealisasi tanpa beban APBD daerah.
“Pasca pertemuan ini, kita butuh langkah-langkah teknis yang mendukung agar program ini cepat terealisasi.
Kita akan pastikan agar program ini segera diputuskan dan dilaksanakan,” ujar Gubernur Melki. (***)







